Sejarah Perusahaan

Sejarah Bank Christa Jaya


BPR Christa Jaya Perdana atau yang biasa disingkat BPR CJP diresmikan pada tanggal 23 Desember 2008. Kantor BPR Christa Jaya berada di pusat Kota Kupang, tepatnya berada di Jl. Jend.Sudirman No.91, Kuanino Kota Kupang Provinsi NTT. Namun, seiring dengan pertumbuhan pesat dari nasabah BPR Christa Jaya maka pada tahun 2015 kantor pusat berpindah ke gedung baru yang dibangun di atas tanah seluas 200 m2, dengan luas bangunan 644 m2 empat lantai yang kini beralamatkan di Jl. Frans Seda No.16 Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo Kota Kupang.

Awal sejarah berdirinya BPR Christa Jaya Perdana ini dirintis oleh Bapak Christofel Liyanto. beliau adalah seorang konsultan dengan total 200 karyawan, terdiri dari 80 karyawan tetap dan 120 karyawan kontrak. Masalah yang timbul dari karyawan ini adalah sebagai perusahaan konsultan dengan total 200 karyawan tentunya membutuhkan alat transportasi baik motor dan mobil, namun karyawan-karyawan tersebut terkendala masalah ekonomi sehingga tidak mampu untuk membeli kendaraan, mereka cenderung untuk menyewa kendaraan untuk aktivitas dan pekerjaan mereka sehari-hari.

Berawal dari masalah tersebut, munculah inisiatif untuk memberikan pinjaman kredit kepada karyawan-karyawan. Pada tahun 2000, total nasabah karyawan telah mencapai kurang lebih 100 orang. dan pada tahun 2005, akhirnya dimulai perencanaan untuk membangun sebuah BPR, dan pada tahun 2006 diajukan surat izin operasional kepada Bank Indonesia. Pada akhirnya di tahun 2008 di keluarkan surat izin operasional oleh Bank Indonesia dan juga di tahun yang sama diresmikan pula BPR Christa Jaya Perdana ini dengan komposisi management yakni Komisaris Utama Bapak Christofel Liyanto dan Direktur Utama Ibu Lanny M. Tadu sehingga total karyawan pada saat itu berjumlah 10 orang. Seiring perkembangan dan kemajuan sampai saat ini total karyawan BPR Christa Jaya Perdana telah mencapai 55 orang per tahun 2018, dan memiliki komposisi Struktur Organisasi baru sesuai dengan Peraturan OJK yakni Komisaris Utama Bapak Christofel Liyanto, Direktur Ibu Lanny M. Tadu dan tiga posisi Direktur baru yang saat ini sedang di PLT oleh Komisaris Utama Bapak Christofel Liyanto.

Dalam membangun BPR ini, Bapak Christofel Liyanto menggandeng beberapa rekan bisnis dan saudaranya di bidang property dan real estate untuk bekerjasama sebagai pemegang saham di BPR Christa Jaya. Bapak Christofel Liyanto sendiri menjabat sebagai Komisaris Utama, sekaligus sebagai pengawas dan pengontrol perusahaan perbankan tersebut.



Visi Misi

Visi Misi Perusahaan

Visi Kami

Menjadi Bank Lokal dengan Reputasi Nasional, Terpercaya dan Menjadi Mitra Usaha.


Misi Kami

  • Melayani nasabah dan masyarakat umum dengan memberikan pelayanan perbankan yang berkualitas
  • Menyediakan lingkungan kerja yang kondusif untuk tersedianya tenaga profesional yang berkualitas, memiliki integritas tinggi dan berdedikasi
  • Berpartisipasi dalam Corporate Social Responsibility sebagai perwujudan kepedulian terhadap tanggung jawab kesejahteraan masyarakat dalam bingkai program pembangunan nasional
  • Menjaga imbal hasil yang wajar bagi para pemegang saham.










Profil Perusahaan

Profil Bank Christa Jaya

PT. Bank Perkreditan Rakyat Christa Jaya Perdana atau yang biasa dikenal dengan BPR Christa Jaya didirikan di Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun 2008 sesuai Akta Pendirian dan Anggaran Dasar Nomor : 28 tanggal 14 Juni 2008 yang dibuat oleh Notaris Achmad Zainudin, SH, M.Kn di Bogor, dan telah memperoleh pengesahan dari Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan nomor AHU-77842-AH.01.01 tanggal 24 Oktober 2008 serta memperoleh Ijin Usaha Perbankan sesuai Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No.10/81/KEP.GBI/DpG/2008 tanggal 9 Desember 2008 dan selanjutnya BPR Christa Jaya mulai beroperasi sejak tanggal 23 Desember 2008.

Pada tahun ke-8 per 31 Desember 2015 BPR Christa Jaya telah menunjukkan kinerja yang sangat baik, berawal dari modal disetor sebesar Rp 2 miliar kemudian menjadi Rp 19.020.123 (dalam ribuan), pada tahun ke-9 per 31 Desember 2016 BPR Christa Jaya menambah modal disetor sebesar Rp 6 miliar sehingga total modal menjadi Rp 20.846.030 (Dalam Ribuan) dengan pencapaian asset sebesar Rp 176.478.569 (dalam ribuan) dengan laba bersih Rp 4.325.907 (dalam ribuan) dan pada tahun ke-10 per 31 Desember 2017 modal BPR Christa Jaya sebesar Rp 25.912.936 (dalam ribuan) dengan pencapaian aset Rp 201.094.871 (dalam ribuan) dengan laba bersih Rp 5.111.477 (dalam ribuan). Selain itu dalam Infobank Award yang diselenggarakan oleh majalah Infobank, BPR Christa Jaya telah berhasil memperoleh beberapa kali penghargaan sebagai BPR dengan predikat ”SANGAT BAGUS” atas Kinerja Keuangan selama tahun 2010, 2013, 2014, 2015, 2016 dan pada tahun 2017 BPR Christa Jaya menerima penghargaan dari The Finance sebagai TOP 100 BPR Kategori Aset 100 miliar ke atas 2018. Potret kinerja BPR Christa Jaya dari waktu ke waktu dapat dilihat pada Laporan Keuangan BPR yang dipublikasikan di website resmi OJK.